April 2015 ~ Everything About Company and Who I am

Pages

  • Arib Herzi

    Pribadi yang suka menulis syair menjadi sebuah lirik

  • D'candle

    Salah satu band indie di Samarinda KALTIM. dan Saya adalah vocalist dari D'Candle

  • Motivasi terbesar adalah keluarga

    Saya juga sebagai palaku bisnis semua hanya untuk keluarga

Tuesday, April 28, 2015

Makalah Radikalisme

MAKALAH

Sistem Manajemen Informasi dengan departemen-departemen yang ada dalam organisasi

MAKALAH

 

Kelas         :
Eksekutif A 2014
Nama        :
M. Arib Herzi S.
Nim           :
2014.201.00013


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN ILMU KOMPUTER
SENTRA PENDIDIKAN BISNIS AIRLANGGA
YAYASAN AIRLANGGA
SAMARINDA
2014/2015


Kata pengantar
              Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya. Di dalam makalah ini terdapat penjelasan tentang Sistem Manajemen Informasi, dengan itu diharapkan para pembaca dapat memahami dan dapat menjadikan makalah ini sebagai pedoman.
              Semoga kami dapat memberikan sedikit pengetahuan. Dan kami berharap seluruh generasi muda Indonesia menjadi penerus bangsa yang berwawasan luas dan siap bersaing di negara lain. Dan makalah ini dapat selesai sesuai dengan rencana berkat bantuan dari semua pihak, untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah terlibat secara langsung maupun tidak secara langsung sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat waktu.
             Tidak lupa saran dan kritik yang bersifat membangun agar pekerjaan yang kami buat dapat diubah sebagaimana mestinya. Serta pembaca yang budiman sangat kami harapkan melalui situs internet kami :
Email :


                                                                                                         Samarinda,    April 2015
                                                                                                    Penulis



DAFTAR ISI

BAB I Pendahuluan
a.    Latar Belakang........................................................................................................ I

b.    Rumusan Masalah................................................................................................. II

c.    Tujuan...................................................................................................................... III

d.    Manfaat.................................................................................................................... IV

BAB II Tinjauan Teori
a.    Konsep Dasar Informasi........................................................................................ V
b.    Konsep Dasar Sistem............................................................................................ VI
c.    Sistem Informasi Manajemen............................................................................... VII

BAB III Pembahasan
a.    Pengertian Sistem Informasi................................................................................ V
b.    Sistem Pemrosesan Transaksi............................................................................. VI
c.    Sistem Manajemen Informasi Manufaktur......................................................... VII
d.    Sistem Manajemen Informasi Pembukuan........................................................ VIII
e.    Manajemen dan Sumber Daya Manusia........................................................... IX

BAB IV Penutup
a.    Kesimpulan............................................................................................................. X
b.    Saran........................................................................................................................ XI

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................... XII








BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Informasi merupakan salah satu hal yang harus dipenuhi oleh umat manusia, karena informasi merupakan suatu kebutuhan primer. Tanpa informasi internal maupun eksternal, sulit bagi para menajer untuk mengambil berbagai keputusan dalam perusahaan. Informasi internal harus disiapkan sendiri oleh berbagai unsur perusahaan, sedangkan informasi eksternal diperoleh baik dari alat-alat komunkasi modern.
Kemajuan alat komunikasi pada milenium ketiga semakin mempermudah perolehan informasi dari berbagai sumber untuk berbagai kepentingan terutama dalam berbagai pengambilan keputusan didalam perusahaan, itulah sebabnya sangat dirasakan pentingnya mengelolah informasi secara terintegrasi pada setiap organisasi perusahaan.  Oleh karena itu fokus utama dari sistem informasi manajemen adalah bagaimana mengelolah informasi sebaik-baiknya agar dapat menjadi alat pembantu bagi setiap manajer dalam pengambilan keputusan. 
Sistem informasi manajemen telah ada jauh sebelum teknologi informasi yang berbasiskan komputer hadir. Akan tetapi dengan adanya komputer sebagai salah satu bentuk revolusi dalam teknologi informasi, komputer telah dengan menakjubkan mampu memproses data secara cepat dan akurat bahkan menyajikan informasi yang tidak memerlukan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk mengolahnya.
Dalam kenyataannya, Peran Sistem Informasi Manajemen akan lebih terasa bagi perusahaan-perusahaan besar. Bagi mereka, kebutuhan untuk mengumpulkan data dan informasi secara skala besar dan dalam waktu yang cepat lebih dirasakan kepentinganya berbanding dengan perusahaan-perusahaan menengah apalagi kecil. Oleh karena itu, dalam aplikasinnnya suatu perusahaan perlu mempertimbangkan kepentingan penggunaan sistem informasi ini diantaranya berdasarkan dari skala perusahaan, jumlah tenaga kerja, pola komunikasi serta jaringan perusahaan dalam dunia bisnis dalam lingkungannya.














B.   Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka kami merumuskan beberapa pokok permasalahan sebagai berikut :
·  Mengetahui keterkaitan antara Sistem Manajemen Informasi dengan departemen-departemen yang ada dalam organisasi?
·         Seberapa penting keterkaitan itu diperlukan?

C.   Tujuan
Tujuan kami menyusun makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Manajemen dan Bisnis, dan juga untuk berbagi pengetahuan tentang betapa pentingnya Sistem Informasi Manajemen di dalam kehidupan manusia.

D.   Manfaat
Melalui makalah ini kami mengharapkan pembaca:
·         Dapat memahami nilai dasar sistem dan informasi.
·         Memahami pengertian manajemen Informasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II
TINJAUAN TEORI

a.    Konsep Dasar Informasi
Beberapa definisi tentang informasi, antara lain :
·         Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti  bagi yang menerimanya.
·         Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.

b. Nilai Informasi
Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
Berikut beberapa pengertian informasi menurut dari para ahli
·         Menurut Gordon B. Davis : Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengammbil keputusan saat ini atau saat akan mendatang
·         Menurut RJ. Beishon :  Informasi yaitu mencakup issarat dan data yang diterima seorang manajer sehari-hari, apakah itu mencakup pekerjaannya ataupun tidak
·         Menurut Davis (1992) : informasi merupakan kelompok teratur, studi yang mewakili kuantitas tindakan, benda dan sebagainya. Data berbentuk karakter yang dapat berupa alfabet, angka maupun simbol-simbol khusus.
·         Menurut Burch dan Stater : Dalam informasi harus memperhatikan beberapa sifat, diantaranya :
·         Accessibility (siafatnya mudah diperoleh)
·         Accuracy (sifat luaus dan lengkapnya)
·         Comprehensivenss (ketilitian)
·         Approciativenes (kecocokan)
·         Time Lessens (ketepatan waktu)
·         Clearity (kejelasan)
·         Flexibility (keluwesan)
·         Unsuspiciouns (tidak ada prasangka)
·         Quantifiable (dapat dibuktikan)
·         Conformity (dapat diukur)




b.    Konsep Dasar Sistem
Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan unsur atau komponen yang terorganisasi, berinteraksi dan saling tergantung satu sama lain.  Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendefinisikan sebuah sistem, yaitu :
·         Tinjauan atas dasar fasilitas ( komponen / elemen)
Sistem yaitu kumpulan komponen yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
·         Tinjauan atas dasar aktivitas ( prosedur )
Sistem yaitu suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berupa urutan kegiatan yang saling berhubungan dan bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.

Berikut beberapa pengertian sistem menurut dari para ahli
·         Menurut Ludwig Von Bertalaffy : System adalah seperangkat unsur-unsur yang terikat dalam suatu relasi diantara unsur-unsur tersebut dalam lingkungannya.
·         Menurut Gordon B. Davis :  Sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud.
·         Menurut John-A Becckett : Sistem adalah kumpulan system-sistem yang berinteraksi.
·         Menurut Starer dalam Moekijat(1993) : suatu sistem dapat dirumuskan sebagai setiap kumpulan bagian-bagian atau subsistem yang disatukan, yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan.
·         Menurut Murdick (1993) : sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kegiatan atau suatu prosedur/bagian pengolahan yang mencari suatu tujuan atau tujuan-tujuan bersama dengan mengoperasikan data atau barang pada waktu tertentu untuk menghasilkan informasi atau energi atau barang.
·         Menurut James Havery : sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
·         Menurut John Mc Manama : sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien.
·         Menurut C.W. Churchman : sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.




c.    Sistem Informasi Manajemen

Menurut Gordon B. Davis : Sistem Informasi Manajemen  adalah suatu system manusia/mesin yang terpadu yang menyediakan informasi yang mendukung fungsi-fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan didalam organisasi.

 




































BAB III
PEMBAHASAN

1.   Pengertian Sistem Informasi Manajemen


a.    Definisi SIM, Sistem Informasi Manajemen Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu.
Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan.
b.    Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.





c.    Definisi sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah data base.




d.    Konsep Dasar Informasi

Terdapat beberapa definisi, antara lain :
·         Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

·         Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
·         Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called business decision making).

e. Fungsi / Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.








Beberapa manfaat atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
·         Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
·         Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
·         Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
·         Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
·         Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
·         Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
·         Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
·         Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
·         Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.

























2.   SISTEM PEMROSESAN TRANSAKSI

Sistem Pengolahan Transaksi (Transaction Processing System disingkat TPS) adalah sistem yang menjadi pintu utama dalam pengumpulan dan pengolahan data pada suatu organisasi. Sistem yang ber-interaksi langsung dengan sumber data (misalnya pelanggan) adalah sistem pengolahan transaksi, dimana data transaksi sehari-hari yang mendukung operasional organisasi dilakukan. Tugas utama TPS adalah mengumpulkan dan mempersiapkan data untuk keperluan sistem informasi yang lain dalam organisasi, misalnya untuk kebutuhan sistem informasi manajemen.

a.    Alasan adanya system pemrosesan transaksi :

Pengumpulan Data : setiap organisasi yang ber-interaksi langsung dengan lingkungannya dalam penyediaan jasa dan produk, pasti memerlukan sistem yang mengumpulkan data transaksi yang bersumber dari lingkungan.

Manipulasi Data : data transaksi yang dikumpulkan biasanya diolah lebih dahulu sebelum disajikan sebagai informasi untuk keperluan bagian-bagian dalam organisasi atau menjadi bahan masukan sistem informasi yang lebih tinggi.

Beberapa tugas manipulasi data adalah sebagai berikut:

Klassifikasi : data dikelompokkan menurut kategori tertentu, misalnya menurut jenis kelamin, menurut agama, menurut golongan, dsb.

Sortir : data diurutkan menurut urutan tertentu agar lebih mudah dalam pencarian data, misalnya di-sortir menurut abjad nama, atau menurut nomer induk, dsb.

Perhitungan : melakukan operasi aritmetika terhadap elemen data tertentu, misalnya menjumlahkan penerimaan dan pengeluaran setiap hari, atau menghitung jumlah hutang pelanggan, dsb.

Pengikhtisaran : melakukan peringkasan data (summary) seperti sintesa data menjadi total, sub-total, rata-rata, dsb.

Penyimpanan data : data transaksi harus di-simpan dan dipelihara sehingga selalu siap memenuhi kebutuhan para pengguna.

Penyiapan dokumen : beberapa dokumen laporan harus disiapkan untuk memenuhi keperluan unit-unit kerja dalam organisasi








b.    Sistem pengolahan transaksi memiliki beberapa karakteristik, antara lain sebagai berikut:

a. Volume data yang di-proses relatif sangat besar.
Kapasitas penyimpanan data (database) tentu sangat besar.
c. Kecepatan pengolahan di-perlukan sangat tinggi agar data yang banyak bisa diperoses dalam waktu singkat.
d. Sumber data umumnya internal dan keluarannya umumnya untuk keperluan internal.
e. Pengolahan data biasa dilakukan periodik, harian, mingguan, bulanan, dsb.
f. Orientasi data yang dikumpulkan umumnya mengacu pada data masa lalu.
g. Masukan dan keluaran terstruktur, data diformat menurut suatu standar.
h. Komputasi tidak terlalu rumit.

c.    Teknik pengolahan data yang biasa diperoleh ada empat macam, yaitu:

a. Batch processing : data yang diperoleh dari sumber data biasanya dikumpulkan atau ditumpuk, lalu diproses pada waktu-waktu tertentu, misalnya data dikumpulkan antara jam 8:00 sampai dengan jam 12:00, kemudian diproses mulai jam 14:00 sampai dengan jam 17:00.

b. Online processing : data yang diperoleh dari sumber data langsung diproses pada saat diterima, yang mungkin terjadi adalah antrian data untuk menunggu giliran, misalnya pemrosesan yang dilakukan pada saat melakukan transaksi online di depan teller bank.

c. Real-time processing : pemrosesan data tidak boleh ditunda karena waktu sangat kritis, penundaan pengolahan dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal. Misalnya pengolahan data hasil pemantauan aktivitas gunung berapi.

d. Inline processing : biasa juga disebut sebagai hybrid-processing, yaitu kombinasi antara batch-processing dan online-processing. Misalnya pengolahan transaksi di supermarket, dimana transaksi penjualan melalui POS (point of sale) langsung dilakukan (online), tetapi pengolahan lebih lanjut tentang persediaan barang dilakukan setiap jam 10:00 malam.









Selain itu seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan teknologi internet maka dilahirkan sistem client-server yang populer dengan nama On Line Transaction Processing (OLTP). Prosedur pengolahan mirip dengan online-processing, perbedaan-nya adalah pada teknologi jaringan. Online processing menggunakan arsitektur jaringan terpusat (host-based) sementara OLTP menggunakan arsitektur client/server. Perkembangan dari OLTP melahirkan Customer Integrated System (CIS) yaitu sistem OLTP dimana user/pengguna melakukan sendiri transaksinya secara online, misalnya sistem mesin ATM (automatic teller machine), atau e-commerce (perdagangan lewat fasilitas elektronik)




d.    Komponen pemrosesan transaksi

Seperti layaknya suatu sistem, komponen pemrosesan terdiri dari Input, Proses, Penyimpanan, Output.

Input
Input dalam suatu proses transaksi adalah dokumen sumber yang dapat berupa formulir atau bukti transaksi lainnya.

Sebelum suatu transaksi diproses terlebih dahulu kita harus melakukan pengumpulan data transaksi. Pengumpulan data-data transaksi ini tidak dapat dipisahkan dari desain suatu formulir, sebab suatu formulir merupakan gambaran atau rekaman dari suatu transaksi.

Tujuan dari formulir :
1 Formulir dibuat untuk meminta dilakukannya suatu tindakan.
2.Formulir digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan.

Kegiatan yang berhubungan dengan penggunaan formulir biasa disebut sebagai Record Management.

Pertimbangan dalam merancang formulir :
1. Menentukan kebutuhan formulir.
2. Merencanakan formulir yang akan dibuat.
3. Menentukan kuantitas kebutuhan formulir.
4. Mengawasi penggunaan formulir.
5. Menentukan jangka waktu penyimpanan dan pemusnahan.
6. Menentukan alat untuk meyortir dan menyimpan formulir.






e.    Proses
Dalam sistem manual, proses disini terdiri dari kegiatan pemasukkan data transaksi kedalamjurnal. Dalam sistem komputer, prosesnya dilakukan dengan memasukkan data kedalam file transaksi.

Jenis jurnal :
Jika perusahaan masih dalam skala kecil, maka dapat digunakan jurnal umum, tapi jika perusahaan mulai membesar dan aktivitas perusahaan bertambah, tidak dapat lagi digunakan jurnal umum, harus digunakan jurnal khusus. Misalnya, Jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas.
Langkah Perancangan Jurnal
1.         Identifikasi karakteristik transaksi.
2.         Buat jurnal standar.
3.          Merancang jurnal (kolomnya) berdasarkan jurnal standar.

Penyimpanan
Media penyimpanan dari transaksi secara manual adalah Buku Besar. Buku besar ini menyediakan ikhtisar transaksi-transaksi keuangan perusahaan. Proses pemasukkan data dari jurnal kedalam buku besar disebut “POSTING”
Untuk sistem komputer, posting ini dilakukan dengan mengup-date file master menggunakan file transaksi.

1. Macam-Macam File penyimpanan :
·         Master File
Merupakan kumpulan catatan(record) yang bersifat tetap dan berisi data yang selalu disesuiakan dengan keadaan. Dalam operasi manual master file setara dengan Buku Besar dan Buku Besar Pembantu.
·         File Transaksi
kumpulan catatan transaksi yang terjadi yang digunakan untuk up-date master file. Dalam operasi manual file transaksi ini sama dengan Jurnal.
·         File Indeks
Merupakan master file yang berisi data yang digunakan dalam proses menyesuaikan suatu master file. C/ : file pelanggan (berisi No.Pelanggan, alamat, maksimum kredit, dll), digunakan sebagai petunjuk untuk menyesuaikan file piutang (master file).








·         File Tabel
Suatu master file yang berisi data yang digunakan sebagai referens dalam memproses suatu file. Biasanya berisi data yang bersifat tetap yang digunakan dalam perhitungan-perhitungan, seperti file gaji karyawan yang digunakan untuk menyusun daftar gaji, file tarif pajak penghasilan yang digunakan untuk menghitung potongan pajak penghasilan karyawan.

Keluaran
Terdapat berbagai macam jenis keluaran yang dihasilkan dari proses transaksi, antara lain : Laporan keuangan, Laporan Operasional, Dokumen Pengiriman, faktur, dsb.
Kelebihan dan kekurangan

Keuntungan
keuntungannya adalah bahwa biasanya proses transaksi sangat cepat, biasanya tidak memakan beberapa detik, namun, jika ada banyak file dalam antrian, waktu yang dibutuhkan untuk memproses data mungkin mengambil panjang

kekurangannya
membutuhkan biaya yang besar.


























3.   SISTEM MANAJEMEN INFORMASI MANUFAKTUR

Sistem informasi manufaktur adalah proses  merubah  bahan  baku  menjadi produk.  Proses  ini meliputi:perancangan  produk,  pemilihan  material  dan tahaptahap  proses dimana produk tersebut dibuat.
Definisi  manufaktur  secara  umum  adalah  suatu  aktifitas yang  kompleks yangmelibatkan  berbagai  variasi sumberdaya  dan  aktifitas   perancangan  produk, pembelian, pemasaran,  mesin  dan  perkakas, manufacturing,  penjualan,  perancangan proses,  production control, pengiriman material, support service, dan customer service.
Sistem  Informasi  Manufaktur  adalah  suatu  sistem berbasis  komputer   dalam  hubungannya dengan  sistem  informasi  fungsional  lainnya  untuk mendukung manajemen  perusahaan  dalam  pemecahan masalah  yang  berhubungan  dengan  manufaktur produk perusahaan yang pada dasarnya tetap bertumpu pada input, proses dan output. Sistem ini digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang meliputi seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa
Ruang  lingkup  sistem  informasi  manufaktur meliputi  Sistem  perencanaan  manufaktur, Rencana produksi,  Rencana  tenaga  kerja,  Rencana  kebutuhan bahan  baku  dan  Sistem
pengendalian manufaktur.


Manfaat  digunakannya  sistem  informasi  manufaktur di  dalam  perusahaan     adalah sebagai berikut :
·         Hasil  produksi  perusahaan  lebih  cepat  dan  tepat waktu  karena  sistem  informasi manufaktur menggunakan komputer sebagai alat prosesnya.
·         Perusahaan lebih cepat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.
·         Arsip lebih terstruktur karena menggunakan sistem database.
·         Sistem  informasi  manufaktur  yang  berupa  fisik robotik,  hasil  produksi  semakin  cepat, tepat dan berkurangnya jumlah sisa bahan yang tidak terpakai. 











ModelSistemInformasiManufaktur
·         InputData/Informasi
Input data berupa data internal dan data eksternal, data internal merupakan data intern system keseluruhan yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data ini  meliputi  sumber  daya  manusia  (SDM), material,  mesin,  dan hal  lainnya  yang  mendukung proses secara  keseluruhan  seperti  transportasi, spesifikasi  kualitas material,  frekuensi perawatan, dan lain-lain.
·         Data Eksternal perusahaan merupakan data yang berasal dari luar perusahaan (environment) yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna untuk perhitungan cost dalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses..Contoh data eksternal adalah data pemasok (supplier), kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik, dll.





























4.   SISTEM MANAJEMEN INFORMASI PEMBUKUAN
Menurut pengertian akuntansi yang telah kita bahas sebelumnya, akuntansi adalah suatu proses yang mengolah data-data atau dokumen      ekonomi dengan tujuan menghasilkan informasi. Informasi tersebut akan      digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan atau yang berkepentingan, sebagai dasar untuk menilai dan membuat keputusan. Pemakai informasi akuntansi tersebut dapat kita bedakan menjadi dua pihak, yaitu
·         pihak intern
·         pihakekstern.                                                                          Pihak intern adalah pihak yang berhubungan langsung dengan kegiatan atau operasi perusahaan sehari-hari serta terlibat langsung dalam membuat dan menentukan berbagai kebijakan atau keputusan operasional perusahaan, yaitu pemimpin perusahaan atau para manajer. Pemimpin perusahaan sangat berkepentingan terhadap informasi akuntansi karena dia merupakan orang yang paling bertanggung jawab atas kelangsungan dan kemajuan perusahaan. Berdasarkan informasi akuntansi, pemimpin perusahaan dapat membuat berbagai kebijakan seperti penyusunan anggaran yang realistis, penambahan atau pengurangan karyawan, penetapan harga pokok produksi yang lebih rasional, dan penetapan harga jual yang tepat.
Pada perusahaan besar, posisi pemimpin perusahaan diduduki oleh para manajer. Berdasarkan informasi akuntansi yang butuhkan, dapat dibedakan tiga tingkatan manajer, yaitu: manajer tingkat atas, manajer tingkat menengah dan manajer tingkat bawah. Dalam suatu perusahaan, tingkatan manajer digambarkan seperti bentuk piramida. Semakin rendah tingkatannya, semakin banyak pula jumlah orang-orang yang terlibat di dalamnya. Berikut ini tiga tingkatan manajer dalam suatu perusahaan.
1. Manajer Tingkat Atas (Top Manager)
Informasi akuntansi yang dibutuhkan manajer tingkat atas umumnya berupa informasi secara global atau garis besar (misalnya, total penjualan tiap bulan dari departemen produksi) karena manajer tingkat atas bertugas mengendalikan perusahaan secara keseluruhan. Kelompok manajer tingkat atas antara lain: direktur utama, direktur, dan manajer.





2. Manajer Tingkat Menengah (Middle Manager)
Manajer tingkat ini membutuhkan informasi lebih rinci (misalnya, penjualan harian atau mingguan dari tiap bagian produksi) karena lingkup pengendaliannya lebih sempit. Kelompok manajer tingkat menengah antara lain: kepala divisi, kepala bagian, dan kepala departemen
3. Manajer Tingkat Bawah (Low Manager)
Manajer tingkat ini membutuhkan informasi yang sesuai pada subunit tertentu, misalnya transaksi pembelian dan penjualan oleh tiap bagian. Kelompok manajer tingkat bawah antara lain: supervisor, asisten supervisor, dan mandor.
Pihak ekstern adalah pihak yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan tetapi tidak terlibat secara langsung dalam membuat berbagai kebijakan/keputusan operasional perusahaan. Pihak ekstern terdiri atas:
1.      Pemilik Perusahaan atau Pemegang Saham atau investor
Pemilik perusahaan atau pemegang saham merupakan pihak yang memiliki kepentingan dan kepedulian terhadap maju-mundurnya perusahaan, karena mereka yang menanggung risiko atas modal yang ditanam ke dalam perusahaan.
Pemilik atau pemegang saham pada umumnya akan menyerahkanpengelolaan perusahaan kepada manajer-manajer yang profesional. Untuk mengetahui kemampuan para manajer dalam mengelola perusahaan, pemilik atau pemegang saham dapat melihatnya dari berbagai laporan informasi yang disediakan akuntansi. Bila perusahaan memerlukan tambahan modal, pemilik atau pemegang saham dapat mengetahuinya dari informasi yang disediakan oleh akuntansi, sehingga dapat memutuskan apakah akan ikut menambah modal atau tidak. Atau sebaliknya, dengan melihat informasi akuntansi, pemegang saham bisa memutuskan untuk menjual sebagian atau seluruh sahamnya.
2.   Karyawan dan Serikat Pekerja
Karyawan dan serikat pekerja juga memerlukan informasi akuntansiperusahaan. Jika keadaan keuangan perusahaan baik dan meningkat  maka karyawan dapat menuntut perbaikan gaji dan upah.








3.       Kreditor (Pemberi Pinjaman)
Perusahaan membutuhkan pinjaman (kredit) untuk membiayai operasinya. Pinjaman tersebut dapat diperoleh dari kreditor, yang akan memutuskan apakah memberi pinjaman atau tidak, dengan mengetahui keadaan perusahaan. Kreditor mengetahui keadaan perusahaan setelah melihat dan menganalisis laporan informasi yang disajikan oleh akuntansi.
4.  Badan-Badan Pemerintah
Pemerintah memiliki kepentingan terhadap perusahaan, terutama dalam masalah perpajakan dan ketenagakerjaan. Dalam masalah perpajakan, pemerintah perlu mengetahui keuntungan suatu perusahaan agar bisa menghitung besarnya pajak penghasilan perusahaan yang bersangkutan. Dalam masalah ketenagakerjaan, pemerintah perlu memastikan apakah perusahaan telah menggaji atau memberi upah sesuai peraturan yang berlaku, seperti peraturan tentang UMP (Upah Minimum Provinsi) dan UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten).
5.  Pelanggan
Pelanggan pasti berkepentingan atas maju-mundurnya perusahaan. Konsumen dan pemasok tergolong sebagai pelanggan. Pemasok perlu mengetahui keadaan keuangan perusahaan untuk menjamin kelancaran pembayaran barang yang dipasoknya. Keadaan keuangan perusahaan dapat dilihat oleh pemasok melalui laporan yang disajikan oleh akuntansi.
6.  Masyarakat
Masyarakat memiliki kepentingan terhadap perusahaan dalam hal penyediaan lapangan kerja dan manfaat sosial lainnya. Kemampuan perusahaan dalam menyediakan lapangan kerja dan manfaat sosial lainnya dapat diketahui melalui laporan keuangan (akuntansi), misalnya dengan melihat laporan laba/rugi.













5.   MANAJEMEN DAN SUMBER DAYA MANUSIA

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.
MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.
Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll.
Unsur MSDM adalah manusia.
Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.
1.      MACAM-MACAM SUMBER DAYA MANUSIA
Manusia memiliki akal, budi dan pikiran yang tidak dimiliki oleh tumbuhan maupun hewan. Meskipun paling tinggi derajatnya, namun dalam ekosistem, manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya, mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungannya sehingga termasuk dalam salah satu faktor saling ketergantungan.
Sumber daya manusia dibagi menjadi dua, yaitu :
A.      Manusia sebagai sumber daya fisik
Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya, manusia dapat bekerja dalam berbagai bidang, antara lain :
Bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan.



B.      Manusia sebagai sumber daya mental
Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan.
Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan teknologinya. Dengan akal dan budinya, manusia menggunakan sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan.
Oleh karena itu, manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang terutama ialah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang sangat penting bagi perkembangan kebudayaan manusia.
Dalam melakukan perencanaan tenaga kerja kita perlu memperhatikan berbagai aspek, yaitu :
·         Macam-macam kegiatan yang akan dilakukan pada masa mendatang.
·         Jumlah dan mutu karyawan yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.
PERKEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Revolusi industri abad ke 20 dan revolusi teknologi abad ke 19 mengubah makna tenaga kerja itu sendiri, dimana kebanggan hasil kerjanya menjadi berkurang.
Akibat revolusi industri dan teknologi terhadap tenaga kerja adalah :
·         Berkembangnya spesialisasi, secara ekonomis menguntungkan, hasil kerjanya lebih banyak dan orang akan ahli dalam bidangnya
·         Hambatan pengembangan diri, bagi kelompok tertentu secara sosiologis disebut blok of mobility (sekat-sekat mobilitas masyarakat)
·         Perubahan yang terus menerus, merugikan tenaga kerja dengan perubahan bidang industri dan teknologi


PEMANFAATAN SUMBER TENAGA KERJA DAN KOMPENSASI
PROGRAM KOMPENSASI KARYAWAN DIRANCANG :
-          Menarik karyawan yg cakap ke dalam organisasi
-          Memotivasi karyawan mencapai prestasi unggul
-          Mencapai masa dinas yg panjang
Sesuai fungsinya, didalam perusahaan ada dua macam tenaga kerja :
·         Tenaga Eksekutif, mengambil keputusan dan melaksanakan fungsi organik manajemen
·         Tenaga Operatif, tenaga terampil, menguasai pekerjaan, sehingga tugas dapat dilaksanakan dengan baik.
Ada tiga tenaga terampil, yaitu :
-          Tenaga terampil (skilled labor)
-          Tenaga setengah terampil (semi skilled labor)
-          Tenaga tidak terampil (unskilled labor)
Penentuan jumlah tenaga kerja, meliputi dua hal pokok , yaitu :
·         Analisis Beban Kerja, meliputi peramalan penjualan (sales forecast), penyusunan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja untuk membuat satu unit barang
·         Analisis tenaga kerja, menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode






HUBUNGAN PERBURUHAN
Bila terjadi ketidak kesepakatan, buruh punya senjata yang dapat digunakan :
-          Boikot-          Pemogokkan
-          Penghasutan
-          Memperlambat kerja































BAB IV
PENUTUP

a.    Kesimpulan
Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah suatu sistem manusia/mesin yang terpadu yang menyediakan informasi untuk mendukung fungsi-fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan di dalam organisasi. Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.


b.     Saran
Pembuatan makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, karena keterbatasan sumber yang kami peroleh. Sehingga isi dari makalah ini masih bersifat umum, oleh karena itu kami harapkan agar pembaca bisa mecari sumber yang lain guna membandingkan dengan pembahasan yang kami buat, guna mengoreksi bila terjadi kelasahan dalam pembuatan makalah ini.

















DAFTAR PUSTAKA


Diansyah, Agitar. “Pengertian Manajemen Informasi”. 2013. http://agitardiansyah4891.blogdetik.com/pengertian-sistem-informasi-manajemen/


Putri, Anita. “Sistem Informasi Manufaktur”.2013 http://anitaputrinursanti.blogspot.com/2013/02/sistem-informasi-manufaktur.html

Nurbaya, Siti. “Akuntansi dan Sistem Informasi”. 2013. http://sitiinurbaya.blogspot.com/2013/04/akuntansi-dan-sistem-informasi_2.html

IKky, Fadillah. “Mnajemen dan Sumber Daya Manusia”. 2012. http://ikkyfadillah.tumblr.com/post/14207010197/bab-10-manajemen-dan-sumber-daya-manusia